Home sweet home
Posted on Wednesday, November 19th, 2008 at 3:51 amBagi sebagian teman temanku, rumah adalah sebuah tempat untuk makan, singgah, dan bersistirahat sejenak. Bahkan kadang banyak dari mereka bosan akan udara rumah, berbagai alasan yang mereka utarakan, sumpek, bosen, gak ada kerjaan, dan berbagai alasan lain yang membuat mereka tak pernah betah untuk menikmati sejenak rumahnya. Rasanya ada bisul sebesar kepala mereka sendiri yang tumbuh di bokong, hingga tak ada rasa betah sedikitpun ketika berada dirumah. Sama seperti aku 4 tahun yang lalu. Semasa itu, tak ada satupun hal yang bisa membuatku betah di rumah, rumah hanya sebuah tempat singgah sementara, sedangkan kehidupanku yang sebenarnya ada didunia luar.
Udah 3 tahun lebih aku berpisah jarak dengan sebuah tempat yang dinamakan rumah. Selama ini baru 4 kali aku bisa kembali ke tempat itu. Selama 3 tahun lebih inilah aku baru bisa mengerti apa makna akan sebuah kata rumah. Jarak dan waktu yang memisahkan ini sedikit demi sedikit mengikis kesombongan hati yang dahulunya tak merasa butuh akan rumah. Jarak dan waktu jualah yang mengasah rasa rindu yang kini makin terasa menyesakkan untuk dirasa.
Baru kutahu, rupanya disana banyak orang orang yang menunggu kehadiranku, banyak orang orang yang akhirnya kutahu bahwa aku merindukan mereka. Kerinduan ini kadang terlalu menyesak didada, kadang bisa membuatku meneteskan air mata hanya karna rasa kangen. Disana ada keluargaku, orang orang yang menemani kehidupanku selama 18 tahun, orang orang yang tak kenal lelah menyayangiku. Kadang, saat rasa rindu ini telah memuncak, rasa sesal datang. Menyesal karna menyianyiakan waktu selama itu untuk lebih mendekatkan diri pada keluarga, menyesal karna selama itu aku lebih memilih tak berada dirumah, menyesal karna selama itu kusia siakan tanpa berbincang banyak dengan keluarga.